Tags
- art (1)
- AVRIL LAVIGNE :) (1)
- Bruno Mars (1)
- glee cast (1)
- indonesia's article (3)
- justin tour (1)
- kesehatan (7)
- motivasi :) (4)
- my story - curhatan gakjelas :) (3)
- REFERENSI (5)
- SONG LYRICS (1)
Senin, 06 Juni 2011
REFERENSI BUKU ENSIKLOPEDI KERIS - Bambang Harsrinuksmo
Sinopsis
Keris adalah warisan budaya Nusantara yang pantas kita banggakan. Dalam benda budaya itu tercermin pengetahuan metalurgi yang tinggi. Teknik pembuatannya melibatkan kecanggihan keahlian dan rasa seni yang mengagumkan, bahkan juga olah rohani dan laku yang untuk zaman ini mungkin sudah langka atau tinggal sebatas cerita lalu.
Karena faktor olah rohani dan laku itulah, keris juga diselimuti dengan kisah-kisah misteri, yang sampai kini masih mem-pesona banyak orang, sampai-sampai sebagai benda misterius banyak orang menyikapinya dengan campuran antara cinta, takut dan takjub.
Ensiklopedia ini secara komprehenssif menyajikan kelengkapan informasi seputar keris, yang akan amat bermanfaat bagi anda, para pecinta warisan budaya adiluhung ini.
Jumat, 03 Juni 2011
paa , hollywood film
Auro (Amitabh Bachchan) is an intelligent and witty 12-year-old boy with an extremely rare genetic defect called progeria. Mentally he is twelve and very normal, but physically he looks five times older. In spite of his condition, Auro is a very happy boy. He lives with his mother Vidya (Vidya Balan) who is a gynecologist. Amol Arte (Abhishek Bachchan) is a young, cold blooded politician. He is out to prove to the world that 'politics' is not a bad word. He is a man with a mission. Auro is Amol's son; however, Vidya conceals this from him. Amol meets Auro when he visits the boy's school. Though he does not know that Auro is his son, he takes him to Delhi to see the president's house. Auro, who knows the truth, tries to get his mother and father back together, but Vidya resists, still hurt by the fact that Amol wanted her to have an abortion when they first found out she was pregnant. Amol realizes his mistake though, and proposes to Vidya, as he is still in love with her. He stays by Auro's side when he finds out that Auro is his son. Auro's health begins to deteriorate as he reaches his 13th birthday, his physical defects catching up. However, he is finally able to reunite his mother and father once again as Vidya gives in to her feelings for Amol and her motherly love for Auro. Auro, succumbing to his disease, says his last words "Maa" and "Paa" before dying with a satisfying smile.
[edit] Cast
Amitabh Bachchan as Auro
Vidya Balan as Vidya
Abhishek Bachchan as Amol Atre
Paresh Rawal as Mr. Atre
Arundhati Nag as Vidya's mother
Jaya Bachchan as a Narrator
Pratik Katare as Vishnu
Swini Khara
Satyajit Sharma
[edit] Production
Maximum parts of this movie were shot in Lucknow and some parts of the film were shot in UK and Malaysia. Some of the filming was done at Cambridge. The clock of Corpus Christi College and courtyard of St. John's College have been shown in a song sequence. The film was also shot in Taiping, Malaysia. The King Edward VII school was actually one of the Malaysian local schools.
One of the notable things in the movie was the Amitabh's prosthetic make up. It was done by Hollywood’s Christien Tinsley (famous for his work in The Passion of the Christ, Catwoman and other films) and Dominie Till of The Lord of the Rings film trilogy fame.
There was a plan to make a sequel named Maa, but Balki stopped it. In the words of Balki, "My main aim was not to make a film on progeria. My main motive behind making Paa was to reverse the roles of Amitabh and Abhishek. I decided to do something like this because once I was with both of them and I saw Abhishek behaving in a very matured manner. It was then that this idea struck me."
Paa was Abhishek Bachchan's first venture into producing films for his family company AB Corp. Ltd. Abhishek not only was one of the lead actors in Paa, but was the main hands-on producer in charge of the film's budget, marketing, and the entire production of the film. It took hours for Amitabh Bachchan to put on his makeup and to take it off.
[edit] Cast
Amitabh Bachchan as Auro
Vidya Balan as Vidya
Abhishek Bachchan as Amol Atre
Paresh Rawal as Mr. Atre
Arundhati Nag as Vidya's mother
Jaya Bachchan as a Narrator
Pratik Katare as Vishnu
Swini Khara
Satyajit Sharma
[edit] Production
Maximum parts of this movie were shot in Lucknow and some parts of the film were shot in UK and Malaysia. Some of the filming was done at Cambridge. The clock of Corpus Christi College and courtyard of St. John's College have been shown in a song sequence. The film was also shot in Taiping, Malaysia. The King Edward VII school was actually one of the Malaysian local schools.
One of the notable things in the movie was the Amitabh's prosthetic make up. It was done by Hollywood’s Christien Tinsley (famous for his work in The Passion of the Christ, Catwoman and other films) and Dominie Till of The Lord of the Rings film trilogy fame.
There was a plan to make a sequel named Maa, but Balki stopped it. In the words of Balki, "My main aim was not to make a film on progeria. My main motive behind making Paa was to reverse the roles of Amitabh and Abhishek. I decided to do something like this because once I was with both of them and I saw Abhishek behaving in a very matured manner. It was then that this idea struck me."
Paa was Abhishek Bachchan's first venture into producing films for his family company AB Corp. Ltd. Abhishek not only was one of the lead actors in Paa, but was the main hands-on producer in charge of the film's budget, marketing, and the entire production of the film. It took hours for Amitabh Bachchan to put on his makeup and to take it off.
Kamis, 02 Juni 2011
reerensi novel : NEGERI 5 MENARA
Sinopsis
Seumur hidupnya Alif tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya dilalui dengan berburu durian runtuk di rimba Bukit Barisan, main bola di sawah dan mandi air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba saja dia harus melintasi punggung Sumatera menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.
Di hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan "mantera" sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka menunggu Maghrib sambil menatap awan lembayung berarak ke ufuk. Awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Ke mana impian membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.
Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi. Dtulis oleh Ahmad Fuadi, mantan wartawan TEMPO & VOA, penerima 8 beasiswa luar negeri, penyuka fotografi, dan terakhir menjadi Direktur Komunikasi di sebuah NGO Konservasi. Alumni Pondok Modern Gontor, HI Unpad, George Washington University, dan Royal Holloway, University of London ini meniatkan sebagian royalti trilogi ini untuk membangun Komunitas Mneara, sebuah lembaga sosial untuk membantu pendidikan orang yang tidak mampu dengan basis sukarelawan.
****
“…amat berharga bukan saja sebagai karya seni, tetapi juga tentang proses pendidikan dan pembudayaan untuk terciptanya sumberdaya insani yang andal.“
BJ Habibie
“Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka-teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita.”
Andy F. Noya, Host acara Kick Andy
“...menyentuh, sekaligus menjadi diskusi kritis sekaligus simpatik tentang pendidikan kehidupan...”
Riri Riza, Pembuat Film
“....Gontor menanamkan berbagai nilai pendidikan, nilai kejuangan, nilai kebersamaan, sehingga murid terdidik secara total untuk berkarya penuh totalitas di masyarakat.”
Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA, Pimpinan Pondok Modern Gontor, Ponorogo
“…Mantera sakti “man jadda wajada” akan senantiasa memotivasi setiap anak…”
Kak Seto, Ketua Komnas Perlindungan Anak
“... mengasah kecerdasan emosi dan spiritual.”
Ary Ginanjar Agustian, Penulis Buku Best Seller ESQ
“...Ditulis menggunakan kata hati, sehingga terasa menyentuh hati...”
Erbe Sentanu, Penulis Buku Quantum Ikhlas
“Layak dibaca para ibu yang bermimpi membesarkan anak-anak terbaik”
Helvy Tiana Rosa, Sastrawan dan Dosen UNJ
“Filosofi ‘alam terkembang jadi guru’ telah dibuktikan oleh penulis…”
A. Syafii Maarif, Pendiri Maarif Institute dan Mantan Ketua Muhammadiyah
”...man jadda wajada, seperti antibiotik yang mengusir parasit-parasit yang melemahkan!”
Farhan, Penyiar & Pembawa Acara
kanker otak pembunuh diam diam !
Kanker otak dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Penyebabnya bisa satu atau lebih, dan secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori:
Faktor dari dalam
Merupakan faktor yang datang dari dalam diri sendiri. Yang utama adalah faktor keturunan / genetik. Jika ada sanak saudara yang punya riwayat menderita kanker otak, berarti peluang Anda terkena kanker otak lebih besar daripada mereka yang keluarganya tidak ada penderita kanker otak. Faktor kedua yang dapat memicu terjadinya kanker otak adalah riwayat benturan (jika kepala Anda pernah terbentur). Benturan ini dapat menyebabkan trauma pada jaringan otak, sehingga bisa jadi penyebab tumbuhnya jaringan abnormal dalam otak (yang kemudian dapat berkembang menjadi kanker otak).Faktor dari luar
Merupakan faktor yang datang dari luar tubuh, pada umumnya berupa makanan dan radiasi. Obat-obatan tertentu yang diminum secara terus-menerus berpotensi menyebabkan kanker. Faktor-faktor lainnya:- Pola hidup yang kurang sehat: misalnya merokok, makanan berlemak, kurang serat, dsb.
- Bahan karsiogenik: minyak goreng yang dipakai berulang-ulang, bahan kimia yang termakan
- Radiasi: paparan radiasi dalam gelombang tertentu dapat memicu berkembangnya sel kanker
Otak bisa multitasking begini karena semua aktivitas tersebut diatur oleh bagian otak yang berbeda (tiap bagian memiliki fungsi yang berbeda). Secara umum, otak manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan batang otak (brain stem). Tiap bagian ini terbagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil, di mana masing-masing bagian kecil tersebut terbagi lagi, dan seterusnya. Ruang antar bagian terisi oleh cairan otak (cerebrospinal fluid), sedangkan bagian luarnya terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) dan tulang tengkorak.

Nah, tiap bagian otak tersebut bisa terkena tumor/kanker. Walaupun tumor jinak, tapi karena tumbuhnya di otak, bisa menjadi sangat berbahaya. Tumor tersebut dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat, karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak). Seiring dengan berkembangnya tumor tersebut, jaringan otak akan semakin tertekan. Padahal volume rongga tengkorak sangat terbatas dan tidak mungkin bertambah besar. Inilah yang menjadikan sakit kepala / pusing sebagai gejala awal kanker otak.
Ciri-ciri awal kanker otak sangat bervariasi, tergantung pada bagian otak mana yang terserang. Misalnya kepala pusing atau terasa mual. Berikut gejala kanker otak yang patut Anda waspadai:

Nah, tiap bagian otak tersebut bisa terkena tumor/kanker. Walaupun tumor jinak, tapi karena tumbuhnya di otak, bisa menjadi sangat berbahaya. Tumor tersebut dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat, karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak). Seiring dengan berkembangnya tumor tersebut, jaringan otak akan semakin tertekan. Padahal volume rongga tengkorak sangat terbatas dan tidak mungkin bertambah besar. Inilah yang menjadikan sakit kepala / pusing sebagai gejala awal kanker otak.
Ciri-ciri awal kanker otak sangat bervariasi, tergantung pada bagian otak mana yang terserang. Misalnya kepala pusing atau terasa mual. Berikut gejala kanker otak yang patut Anda waspadai:
- sakit kepala disertai mual sampai muntah yang menyemprot
- daya penglihatan berkurang
- penurunan kesadaran atau perubahan perilaku
- gangguan berbicara
- gangguan pendengaran
- gangguan berjalan / keseimbangan tubuh
- gangguan saraf
- anggota gerak melemah atau kejang
- pada bayi biasanya ubun-ubun besar menonjol
Langganan:
Postingan (Atom)




